Rabu, 19 November 2014

Proses pengolahan biji kopi



Salam Sahabat kopi,


Apa yang anda pikirkan setelah melihat gambar diatas, ya benar gambar tersebut adalah buah kopi yang sudah siap panen. Setelah kita mengenal sedikit mengenai daerah asal kopi, kita akan menjelaskan proses pengolahan biji mulai dari perkebunan sampai dengan proses siap untuk di nikmati. Pada umumnya kopi yang ada di indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kopi dari luar negeri, karena citarasa khas yang di hasilkan dari kopi indonesia. Pada umumnya masyarakat Indonesia mengenal kopi Arabika dan Robusta, karena kopi pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1696 dari jenis kopi Arabika yang di bawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen dari Malabar.


Bentuk fisik kopi Arabika dan Robusta
Perbedaan yang yang paling mendasar dari kedua jenis kopi ini adalah letak geografis perkebunan. Arabika lebih mudah dipelihara dan cenderung tumbuh didataran tinggi antara 1000 MDPL sampai 2000 MDPL namun bisa juga tumbuh dengan baik di ketinggian 800 MDPL dan jika di tanam di ketinggian rendah tamanan ini rentan di serang penyakit HV, sedangkan Robusta tumbuh didataran rendah antara ketinggian 400 MDPL sampai 800 MDPL dengan suhu 21-24oC, memiliki jumlah biji yang dihasilkan lebih sedikit di bandingkan dengan Arabika.

Pembibitan
 
Peletakan jarak bibit kopi antara kedua varietas tersebut tidak sama, jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan, semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.

Proses pemangkasan pohon kopi
Setelah bibit di tanam daun bibit kopi di pangkas sampai 1/3 bagian, tujuannya adalah untuk mengurangi penguapan. Setelah bibit berumur 1 minggu selama 1 bulan, para petani melakukan pegecekan apakah ada yang mati atau ada yang gagal tumbuh untuk di ganti dengan bibit yang baru. Lebih dari 1 bulan petani melakukan pengecekan tambal sulam setiap 1 bulan sekali selama kurang lebih 6 bulan. Terdapat dua tipe pemangkasan dalam budidaya kopi, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan berbatang tunggal lebih cocok untuk jenis tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder semisal arabika. Pemangkasan ganda lebih banyak diaplikasikan diperkebunan rakyat yang menanam robusta. Pemangkasan ini lebih sesuai pada perkebunan di daerah dataran rendah dan basah. Tujuan pemangkasan ada 3 macam yaitu untuk pembentukan, produksi dan peremajaan.

Pemupukan

Pemupukan juga tidak kalah penting untuk dilakukan pada tanaman ini, kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman sekitar 20 kg dan di berikan sekitar 1-2 tahun sekali. Caranya pemupukan sederhana, lubangi sekitar tanaman kopi kemudian masukkan pupuknya ke dalam lubang. Untuk tanah yang asam dengan pH dibawah 4,5 pemberian pupuk dicampur dengan setengah kilogram kapur, pemerian kapur dilakukan 2-4 tahun sekali.


Proses yang tidak kalah pentingnya adalaha penyiangan gulma tanaman kopi harus selalu bersih dari gulma, terutama saat tanaman masih muda. Dilakukan penyiangan setiap dua minggu, dan bersihkan gulma yang ada dibawah tajuk pohon kopi. Apabila tanaman sudah cukup besar, pengendalian gulma yang ada diluar tajuk tanaman kopi bisa memanfaatkan tanaman penutup tanah. Penyiangan gulma pada tanaman dewasa dilakukan apabila diperlukan saja.

Pemanenan

Tanaman kopi sudah mulai berbuah pada umur 2,5-3 tahun untuk robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Namun buah kopi pertama biasanya hanya sedikit, produktivitasnya mulai naik maksimal setelah berumur 5 tahun ke atas. Jenis arabika dan robusta berbuah secara musiman, robusta memerlukan waktu 8-11 bulan dari mulai kuncup hingga matang sedangkan arabika memerlukan waktu 6-8 bulan. Jenis kopi lain seperti liberika bisa berbuah sepanjang tahun.

Tingkat kematangan buah kopi tidak terjadi secara serentak. Sehingga proses pemanenan memerlukan waktu yang lama. Musim panen kopi di Indonesia biasanya dimulai pada bulan Mei/Juni dan berakhir sekitar Agustus/September. Periode panen raya berlangsung 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah kopi bisa setiap 10-14 hari sekali.

Biji kopi yang bewarna merah penuh siap untuk di panen
Ciri-ciri buah kopi yang telah matang bisa dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, berwarna merah. Namun karena berbagai alasan, para petani sering memanen buah yang masih berwarna kuning bahkan hijau.

Setiap tingkat kematangan menghasilkan karakteristik kopi yang berlainan. Berikut ini karakteristik buah kopi dilihat dari tingkat kematangannya:
Warna hijau dan hijau kekuningan. Warna ini menandakan kondisi buah kopi masih muda. Apabila dipetik bijinya berwarna pucat keputihan dan keriput. Aroma dan postur (body) yang dihasilkan masih sangat lemah. Buah seperti ini tidak disarankan untuk tidak dipetik.
Warna kuning kemerahan, menunjukkan sudah mulai matang. Aroma dan posturnya mulai terasa mantap. Bijinya berwarna keabu-abuan. Buah seperti ini sudah boleh untuk dipetik.
Warna merah penuh, menunjukkan buah telah matang sempurna. Aroma dan citarasanya telah terbentuk dengan mantap. Keadaan buah seperti ini merupakan kondisi paling baik untuk dipetik.
Warna merah tua, menandakan buah sudah kelewat matang. Bijinya berwarna coklat dan kehitaman. Aroma dan posturnya mulai menurun, terkadang mengeluarkan citarasa seperti bau tanah (earthy). Buah seperti ini harus sudah dipetik.
Selain warna kulit, untuk menentukan kematangan buah kopi bisa diketahui dari kandungan senyawa gula yang terdapat pada daging buah. Kopi yang telah matang memiliki kandungan senyawa gula relatif tinggi pada daging buahnya. Pada buah yang telah matang, daging buah lunak dan berlendir serta terasa manis.

Jika buah kopi sudah menunjukan tanda kematangan, maka buah siap untuk di panen. Robusta bisa di petik di tangkai atau yang sudah jatuh ke tanah, buah yang jatuh ketanah tidak berpegaruh kekualitas biji kopi. Sedangkan arabika memiliki perlakuan khusus yang mana buah arabika yang telah matang cenderung mudah rontok, apabila di biarkan jatuh ke tanah buah tersebut akan menyerap bau-bauan diatas tanah yang menurunkan mutu kopi. Sehingga dianjurkan untuk segera di panen jika ada biji kopi yang berwarna merah penuh.

Penyortiran

Sebelum masuk keproses selanjutnya, biji kopi di sortir dahulu untuk memisahkan antara kotoran, biji yang berpenyakit dan biji yang cacat. Kemudian biji kopi masih di sortir lagi dari segi warna yang merah dan mulus (buah superior) dengan buah yang masih kuning maupun hijau (buah inferior), pemilihan ini akan menentukan grade kualitas biji kopi.

Pengolahan biji kopi dengan proses basah

Pengolahan biji kopi dengan proses kering
Setelah itu kemudian masuk ke dalam proses selanjutnya yaitu pengolahan biji kopi, ada 2 cara pertama yaitu pengolahan dengan proses basah dan pengolahan proses kering. Jika kopi sudah melalui salah satu proses tersebut kemudian biji kopi tersebut di keringkan, jika dengan penjemuran di bawah matahai rata-rata waktu yang di butuhkan sekitar 2-3 minggu ada juga yang menggunakan mesin pengering yang lebih hemat waktu dan biaya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, biji kopi harus memiliki kadar air antara 11% sampai dengan 13%. Setelah melewati proses ini biji kopi ini disebut dengan istilah green bean.

Roasting

Macam-macam hasil roasting biji kopi
Proses selanjutnya membutuhkan ketelitian yang lebih intensif yaitu proses sangrai atau penggorengan biji kopi, karena bisa dikatakan proses ini berpengaruh pada rasa dan aroma suatu kopi. Tujuan sangrai mematangkan kopi sesuai dengan selera, jika semakin kearah dark akan menciptakan rasa semakin kuat rasa pahitnya.

Jika dirasa hasil roasting sudah sesuai dengan permintaan, selanjutnya kopi dimasukkan ke dalam grinder untuk menjadi bubuk.

Untuk menikmati kopi dengan hasil yang optimal, seduh 10 gram kopi dengan 180 ml air panas yang direbus sampai dengan suhu 90-95 derajat. Banyak cara menikmati kopi yang akan kami bahas di posting berikutnya.

Semangat Kopi....

D4871614 / BBM Channel C001CC06E / Kopiraspiku@gmail.com

Jumat, 31 Oktober 2014

Kopi Nusantara dari pulau Sulawesi dan Papua

 Sulawesi

Sulawesi atau Pulau Sulawesi adalah sebuah pulau dalam wilayah Indonesia yang terletak di antara Pulau Kalimantan di sebelah barat dan Kepulauan Maluku di sebelah timur. Dengan luas wilayah sebesar 174.600 km², Sulawesi merupakan pulau terbesar ke-11 di dunia. Pada jaman penjajahan kolonial belanda, pulau ini mendapatkan julukan Celebes yang merupakan sebutan lama dalam bahasa inggris. Pada kolonial belanda juga kopi dari daerah ini bisa berkembang dan tersohor sampai kemancanegara sampai saat ini, karena tanaman kopi di daerah ini dapat berkembang dengan baik sehingga bisa menghasilkan biji kopi yang bermutu.

1. Toraja Kalosi

Kopi Arabika yang berasal dari kawasan Sulawesi Selatan identik dengan nama Toraja, Kopi Toraja-Kalosi atau banyak juga orang mengenal dengan nama Kopi Kalosi-Toraja merupakan  penggabungan dua daerah penghasil kopi. Nama Kalosi sendiri bisa diartikan sebagai pasar atau tempat, belum banyak orang yang tahu sejak kapan ia digunakan sebagai nomina sebuah kopi yang merepresentasikan daerah sekaligus cita rasa. Secara historis, penamaan suatu kopi dengan identitas tempat bisa bermakna macam-macam. Dua makna yang paling sering dipakai adalah nama tempat dan pelabuhan. Secara administratif Kalosi merupakan kelurahan Kalosi di yang terletak di kabupaten Enrekang, tetapi kenyataannya kelurahan Kalosi tidak terletak pada kabupaten Toraja maupun Toraja Utara. Di kabupaten Kalosi juga terdapat tanaman kopi, karena daerah ini produksi kopi nya terbatas sehingga mendatangkan kopi dari daerah lain sekitar.

Kopi Toraja memiliki citarasa : Excellent aroma and flavor, balance body and acidity, Caramel hints and long finish

2. Toraja Sampan

Sejarah dari jenis kopi ini adalah berasal dari daerah Sapan. Jenis biji kopi  ini ditanam di sebuah daerah pegunungan yagn cukup tinggi dan berada di Sulawesi. Sapan adalah merupakan sebuah tempat kecil di Sulawesi yang merupakan nama tempat pengumpulan kopi yang ada di daerah sekitarnya. Sedangkan Toraja adalah merupakan nama daerah pegunungan di Sulawesi, tempat tumbuhnya jenis tanaman kopi satu ini. Ciri khas dari jenis kopi Toraja ini adalah dikenal memiliki aroma bau harum yang khas. Selain itu jika dilihat di wilayah Sulawesi yang merupakan tempat geografis yang subur dapat membantu memproduksi beberapa macam jenis hasil sumber daya alam yang cukup dikenal di dunia sebagai penghasil rempah-rempah kelas dunia pada saat itu. Dengan rasa serta bau harum dari kopi telah dapat membuat jenis kopi ini telah dapat menjadi brand tersendiri.
Aroma wangi dari kopi ini langsung dapat tericum saat kita membuka kemasan dari kopi Toraja ini. Yang menarik adalah rasa kopi ini memiliki perbedaan dengan jenis kopi Indonesia lainnya. Jenis kopi ini bahkan juga telah dijual kenegara Jepang dan AS.
Bagi kita sebagai rakyat Indonesia tentu harus berbangga dengan adanya jenis produk kopi Toraja satu ini. Rasa dan juga kualitas dari jenis produk kopi ini adalah merupakan salah satu jenis kopi terbaik. Minuman kopi juga telah dikenal sebagai minuman yang telah dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Kita dapat menjumpai jenis minuman kopi ini dalam bentuk sachet di warung dan juga restaurant yang menyediakan minuman kopi ini.


3. Toraja Marinding

Tidak Banyak orang yang tahu mengenai kopi ini, karena keterbatasan produksi dan transportasi yang kurang memadai sehingga kurang begitu dikenal oleh masyarakat indonesia. Marinding adalah lembang di kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia

Toraja Marinding : Excellent aroma and flavor, balance body and acidity, Caramel hints and long finish

Papua


Kepulauan papua terletak di daerah paling timur indonesia, yang memiliki 2 propinsi yaitu propinsi Papua dan Papua Barat. Pulau yang merupakan salah satu pulau terbesar di indonesia, banyak kekayan alam yang dimiliki pulau ini baik itu kekayaan alam maupun keindahan alamnya. Banyak pengusaha asing yang melirik karena memiliki banyak potensi yang masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Namun justru kita sebagai orang indonesia tidak memanfaatkan potensi yang ada di pulau ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pulau ini belum bisa tergali secara maksimal, salah satunya adalah faktor transportasi yang masih tergolong sangat mahal. 
Ada dua daerah utama penghasil kopi di Papua. Daerah yang pertama adalah Lembah Baliem, di tengah dataran tinggi Jayawijaya, yang mengelilingi kota Wamena. Daerah kedua adalah Lembah Kamu di daerah Nabire, di sisi timur dataran tinggi, yang mengelilingi kota Moanemani. Kedua wilayah berada di ketinggian antara 1.400 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut, dan merupakan kondisi ideal untuk produksi Arabika. Kedua daerah tersebut saat ini memproduksi 230 ton kopi per tahunnya. Angka ini dapat dipastikan akan meningkat, sejalan dengan adanya perusahaan-perusahaan baru yang menjalankan kegiatan pembelian dan pengolahan kopi di wilayah tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut membantu para petani untuk mendapatkan sertifikasi organik dan fair trade, yang akan memberikan peningkatan penghasilan yang cukup besar. Wilayah tersebut sangat terpencil, dimana sebagian besar kopi tumbuh di wilayah yang tidak terjangkau oleh infrastrustur jalan dan hampir tidak tersentuh dunia modern. 


1. Wamena


Wamena adalah sebuah kota kecil yang terletak di lembah pegunungan Jayawijaya, Papua, Indonesia. Iklimnya sangat dingin dengan suhu antara 15 sampai 20 derajat celcius. Penduduk kota Wamena terdiri dari penduduk asli wamena dan penduduk pendatang dari berbagai Pulau di Indonesia, yaitu dari Jawa, Sumatra, Sulawesi. Suku pendatang yang paling banyak di Wamena adalah Suku Jawa, Toraja, Batak, Bugis, dan Makassar. Para pendatang pada umumnya bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha, dan pedagang. 

Kopi Arabika Wamena merupakan salah satu kopi produk Indonesia yang sudah mulai dikenal di seluruh Indonesia dan manca negara. Kopi Arabika Wamena tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya Wamena tanpa menggunakan pupuk kimia, sehingga kopi Arabika Wamena merupakan kopi Organik karena tumbuh subur secara alami. Para petani kopi dibina langsung oleh Pemerintah Daerah dari Dinas Perkebunan dan Tanaman Pangan Wamena dan juga dibantu oleh Amarta dari Amerika untuk mengolah hasil panen kopi mereka.
Tak banyak yang tahu kalau Indonesia mempunyai kopi Arabika yang setara dengan Jamaica Blue Mountain Coffee, salah satu jenis kopi terbaik dan termahal di dunia. Biji kopi di Wamena itu sama kualitasnya dengan biji kopi dari Jamaica. Pada jaman kolonial, ada orang Belanda yang membawa biji kopi dari Blue Mountain dan ditanam di Papua. Dengan kontur tanah dan cuaca yang mirip, kopi ini bisa dan memiliki kualitas mirip dengan aslinya
 Tidak terasa asam karena memiliki kadar asam yang rendah sehingga aman diminum bagi semua orang.


2. Nabire

Kabupaten Nabire menjadi bagian dari Provinsi Papua. Terbagi menjadi 9 kecamatan dengan Nabire sebagai ibukota kabupaten. Wilayahnya sendiri berbatasan dengan Teluk Cendrawasih di sebelah utara, Kabupaten Mimika di sebelah selatan, Kabupaten Painai dan Yapen Waropen di sebelah timur dan Kabupaten Manokwari dan Fak-fak di sebelah barat. Perkebunan kopi ini sebenarnya sudah ada sejak1937, dibawa oleh misionaris. Namun kopi tersebut belum dikenal oleh masyarakat di luar nabire karena tidak ada yang memasarkan, hingga 2009, saat Edry di Nabire mulai berkenalan dengan kopi nikmat ini. Sebelumnya, hanya diminum oleh penduduk Nabire aja.

3. Yahukimo

Wilayah Kabupaten Yahukimo terletak pada 138045’ – 140014’ Bujur Timur dan 3039’ – 5002’ Lintang Selatan. Kabupaten Yahukimo memiliki luas wilayah 17.152 Km2. Yahukimo adalah salah satu “bayi” pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang namanya mengambil dari empat nama suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna. Keadaan topografi Kabupaten Yahukimo sangat bervariasi mulai dari dataran rendah dengan lereng yang landai sampai dengan daerah berbukit dengan kemiringan yang terjal. Sedangkan ketinggiannya berada di antara 100 - 3.000 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat cocok untuk perkebunan kopi jenis Arabika.
Potensi kopi di kabupaten Yahukimo, Jayawijaya dan Lani Jaya cukup besar, dengan jumlah petani kopi 2007 orang dan luas lahan 1.102 ha serta kemampuan produksi 193,25 ton pertahun


Email        : Kopiraspiku@gmail.com
Tlp / WA   : 085732785959
Pin BBM   : D4871614
BBM Channel C001CC06E

Rabu, 01 Oktober 2014

Kopi Nusantara dari pulau Bali dan Flores



Posting kali ini kita akan membahas pulau yang terkenal dengan keindahan alam, yang sudah dikenal sampai kepenjuru dunia yaitu Bali dan Flores. Kedua pulau tersebut merupakan kepulauan yang berada di sebelah timur pulau jawa, dan memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa sampai di kenal oleh masyarakat lokal bahkan sampai ke mancanegara. Namun siapa yang sangka disisi lain pulau ini merupakan salah satu sentra penghasil kopi nasional yang harus di pertimbangkan, karena kopi ini memiliki ciri khas dan bahkan sudah terkenal di mancanegara.


Bali
 
Bali lebih dikenal dengan pulau Dewata atau pulau seribu Pura, karena mayoritas penduduk pulau bali memeluk agama Hindu. Pulau secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain. Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Dilereng ini banyak menghasilkan beberapa jenis kopi yang sudah merambah di mancanegara.

1. Bali Kintamani

Perkebunan kopi kintamani bali merupakan perkebunan rakyat dengan persebaran yang luas,berada pada tofografi yang berbukit,tingkat produktivitas yang beragam dan dibudidayakan dalam kawasan spesifik dengan ketinggian tempat di antara 900 -1600 dpl. Kawasan ini memiliki iklim yang khas berudara dingin dan kering dengan fluktuasi temperature yang cukup tinggi.Tanah vulkanik dengan jenis tanah entisol dan inceptisol dan dikenal sebagai salah satu dari origin coffee di Indonesia.
Sebagai kawasan agroindustri yang dikelola secara efektif dan efesien. Pada tahun 2007 diusulkan sebagai kawasan Masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) dengan produk unggulan kopi arabika. Pada tahun 2008 Kawasan MPIG secara resmi mendapatkan pengakuan dari pemerintah Indonesia sebagai kawasan yang bersertifikat Indikasi Geografis (IG) terhadap produk kopi arabika kintamani Bali.
Seiring dengan pesatnya perkembangan kopi di kawasan kintamani pada tahun 2010 Bank Indonesia melakukan MoU dengan Pemerintah Daerah Bangli untuk melakukan pendampingan terhadap klaster kopi arabika kintamani.
Pada tahun 2012 atas prakarsa dari Bank Indonesia, seluruh petani yang tergabung dalam  64 Subak (3021 keluarga tani) yang tersebar dalam kawasan MPIG berinisiatif membuat sebuah koperasi kopi MPIG kintamani.   Dengan koperasi diharapkan tingkat pemasaran menjadi lebih baik dan mampu memberikan kesejahteraan bagi semua petani kopi di kawasan MPIG.
Dengan berlandaskan Tri hita karana yaitu adanya keseimbangan antara petani dengan tuhan, petani dengan petani dan petani dengan lingkungan. Perkembangan kopi arabika di kawasan kintamani semakin pesat  dengan kelestarian alam yang tetap mempesona. Cita rasa yang dimiliki begitu eksotik dengan  rasa jeruk yang dominan, body sedang,  acidity sedang sampai tinggi dengan berbau wangi menyerupai herbal. Masyarakat  bali pada umumnya meyakini kopi ini  memiliki nilai religious    karena setiap enam bulan masyarakat bali pada umumnya melakukan sebuah tradisi khusus penghormatan terhadap semua tumbuh tumbuhan termasuk kopi sehingga kopi yang kami  produksi mampu memberikan ketenangan bagi penikmatnya .

2. Bali Pupuan


Jenis ini berasal dari daerah pupuan, secara administratif masih termasuk kedalam kabupaten tabanan bali. Memiliki rasa yg nikmat dan tidak pada umumnya kopi robusta yg cuma pait, melalui roasting dengan tingkat medium too dark kopi bali pupuan memiliki karakter Soft, Earthy mild, dan choco.


Flores
  
Flores berasal dari bahasa portugis yaitu bunga, karena daerah ini merupakan daerah jajahan portugis. Flores memiliki satu dari sekian satwa langka dan dilindungi di dunia yakni Varanus komodoensis atau lebih dikenal dengan Biawak raksasa. Raptil ini hidup di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, keduanya berada di Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat. Selain Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Tidak banyak yang orang tahu bahwa di flores ini ada kopi yang sudah dikenal di dalam negeri maupun di mancanegara, karena banyak kopi yang di ekspor ke mancanegara sehingga kebutuhan akan kopi jenis ini di dalam negeri tidak tercukupi.

1.  Flores Bajawa

Terletak di kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut, menyuguhkan pesona alam nan asri di bawah hamparan kaki Gunung Inerie (2.245 mdpl).
Hamparan hutan kopi arabika organik dengan ketinggian 1 meter hingga 3,5 meter tersebar di beberapa titik di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, berasal dari kata bha artinya ’lembah’, ’kuali’, dan jawa artinya ’sejahtera’. Maka, Bajawa adalah lembah kesejahteraan.
Bajawa berada di lembah, diapit gunung dan bukit. Kopi ini kebanyakan diekspor ke Amerika.
Karekteristik : memiliki keistimewaan, keunikan, dan kekhasan karena berada di atas 1.000 mdpl. Debu vulkanik Gunung Inerie membuat aromanya lebih harum dan menyengat.
Sampai tahun lalu amerika membutuhkan 1.000 ton kopi Bajawa per tahun, tapi baru bisa dipenuhi sebanyak 300 ton. Eropa juga sangat mengenal kopi ini dan ada 8 negara di Eropa yang juga meminta Bajawa mengirim kopinya ke negara-negara mereka, tapi belum dapat dipenuhi. Dan yang tak kalah ironisnya, banyak konsumen asing yang bahkan tidak tahu di mana Flores itu. bahkan kopi jenis ini menurut penikmatnya lebih nikmat dari kopi dari sumatra maupun dari sulawesi.


2. Flores Manggarai

Kopi dari kawasan Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan cita rasa khas dan aroma kuat, sudah terkenal sejak dulu. Kopi dari daerah ini juga dikenal dengan sebutan kopi tuan, yang diperkirakan sudah populer sejak masa kolonial Belanda.
Manggarai juga menjadi salah satu sentra produksi kopi (Coffea sp) terbesar di NTT. Komoditas ”mutiara hitam” ini juga menjadi gantungan hidup umum masyarakat setempat sehingga mereka dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang pendidikan tinggi.
Komoditas kopi juga menjadi salah satu andalan ekspor hasil perkebunan. Kopi Manggarai menembus pasar internasional dengan harga tinggi karena mutunya yang baik. Tujuan ekspor kopi Indonesia di antaranya ke Amerika Serikat, Jerman, Australia, Jepang, juga negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Namun, kenyataannya, hasil kebun kopi di Manggarai, yang telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten—Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur—itu kini kualitasnya cenderung tertinggal dibanding produksi perkebunan di kabupaten tetangganya, Ngada.
Kabupaten Manggarai Timur yang berbukit-bukit dengan ketinggian 1.100-1.300 meter di atas permukaan laut memang ideal untuk budidaya kopi. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur, luas lahan kebun kopi tahun 2010 tercatat 16.997 hektar (terluas di kawasan Manggarai) dengan produksi 5.289 ton.
Komposisi jenis kopi yang ditanam adalah kopi arabika seluas 3.790 hektar dan kopi robusta seluas 13.167 hektar. Setiap hektar kebun menghasilkan 500 kilogram kopi robusta dan 450 kilogram kopi arabika.
Dari enam kecamatan yang ada di Manggarai Timur, semuanya memiliki lahan kopi, areal terluas ada di Kecamatan Poco Ranaka, yaitu 2.365,65 hektar jenis robusta dan 885 hektar kopi arabika.
Adapun di Kabupaten Manggarai, menurut data dinas kehutanan dan perkebunan setempat, total areal kopi arabika tahun 2010 seluas 2.767,63 hektar, dengan tingkat produktivitas 367,53 kilogram per hektar. Tanaman kopi robusta seluas 4.261,65 hektar dengan produktivitas 353,89 kilogram per hektar. Sementara di Ngada yang total luas areal kebun kopinya hanya sekitar 2.883 hektar dengan produksi 2.242 ton (2009) justru tingkat produktivitasnya lebih tinggi, yaitu 777,80 kilogram per hektar.




Cintailah kopi nusantara yang tersebar di nusantara, yang memiliki citarasa yang khas dari masing masing daerah. Semoga informasi yang kami sampaikan bisa menambah informasi tentang kopi. Jika ada anda ingin mengetahui lebih tentang kopi nusantara maupun tertarik ingin menikmati kopi nusantara di atas anda bisa menghubungi di bawah ini, dan masih ada kopi nusantara dari daerah lain.

Email        : Kopiraspiku@gmail.com
Tlp / WA   : 085732785959
Pin BBM   : D4871614
BBM Channel C001CC06E
 

Senin, 15 September 2014

Kopi Nusantara dari pulau Jawa (Part 2)

 
Menggali potensi pulau jawa memang tidak pernah habisnya, karena masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan informasi yang belum kita ketahui. Disini kami akan mengenalkan sebagian jenis kopi dari pulau jawa, dimana sebelumnya juga sudah ada beberapa jenis kopi  yang kami perkenalkan.

1. Java Temanggung

Berasal di tengah tengah propinsi Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Temanggung yang berada di jalur Semarang-Purwokerto, sebagian besar masyarakat di daerah ini bermata pencaharian sebagai petani. Banyak komoditas yang dihasilkan didaerah ini, salah satunya dan merupakan komoditas utama adalah kopi. Secara geografis terletak diantara 2 pegunungan yaitu Gunung Sindoro (3.155 MDPL) dan Gunung Sumbing (3.340 MDPL), memiliki suhu udara 18–28 derajat Celcius yang sangat cocok bagi tanaman kopi jenis Arabika. Melewati proses yang lumayan panjang mulai dari cherry kopi ranum, merah, dan siap dipetik. Ada beberapa treatment khusus yang lewati seperti pengupasan dengan mesin, penyimpanan dalam goni selama dua tahun pada suhu kamar dan pindah goni satu kali dalam setahun kemudian disangrai pada suhu 150 derajat celcius sehingga kopi jenis memiliki rasa dan aroma yang khas.
Baik kopi robusta maupun arabica Kabupaten Temanggung memiliki ciri dan karakter khas tersendiri. Robusta memiliki aroma lebih harum dibanding kopi robusta daerah lain. Begitu pula kopi arabica memiliki cita rasa khas, yaitu asam yang tertinggal lama di mulut.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Peaberry Java dan Peaberry non Java

Arti dasar dari Peaberry adalah biji kopi yang memiliki bentuk biji kopi ini tunggal dan bulat, tidak terbelah seperti bentuk biji kopi biasanya atau lebih dikenal dengan kopi Lanang. Sedangkan Java merupakan berasal dari pulau jawa, sedangkan non java berasal dari luar jawa misalnya adalah Sumatra, Selawesi, Bali dan masih banyak daerah lain.


Kelebihan Peaberry (Kopi Lanang)
Sarat dengan kandungan kafein yakni sekitar 2.1%, karenanya mampu meningkatkan vitalitas pria, aroma dan rasa jauh lebih kuat dari kopi biasa, mengandung banyak senyawa “tribulus terrestris” senyawa ini merupakan suplemen herbal popular yang sangat berguna untuk meningkatkan kadar testosteron, gairah seks, dan dehydroepiandrosterone (DHEA) Untuk mendapatkan kopi lanang itu melalui proses yang tidak mudah karena untuk mendapatkan biji kopi lanang harus melalui penyortiran biji kopi yang jumlahnya mencapai puluhan ribu biji kopi jenis arabika maupun robusta,. 

Ada beberapa cara untuk menghasilkan kopi jenis ini salah satunya adalah hasil penyortiran dari hasil panen kopi yang berbiji bulat dan tunggal biasanya sekitar 2 – 5 % dari total produksi. Karena kelangkaan dan kerumitan pengolahannya itulah yang membuat kopi jenis ini lumayan mahal harganya dan kebanyakan hanya bisa dihasilkan dari pohon kopi yang berumur tua pada kisaran umur 10 tahun ke atas.
Pada Area perkebunan kopi, serangga penyerbuk harus dikurangi dengan tujuan tumbuhan stress sehingga mengasilkan buah yang tidak normal (peaberry coffee), beberapa kavling sengaja di budidayakan khusus untuk menghasilkan kopi lanang terbaik

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Java Dampit



Dampit adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, lokasi geografisnya di Barat Daya Gunung Mahameru (taman nasional Bromo Tenger Semeru), dengan ketinggian lahan sekitar 800m di atas permukaan laut dan struktur tanah yang baik sehingga menghasilkan kopi jenis Robusta dengan special taste (rasa istimewa) yang beda dengan kopi Robusta di daerah lain.
Tidak banyak data yang bisa diperoleh dari kopi Dampit, tetapi secara diam2 kopi ini telah menjangkau banyak peminum lokal dan internasional lewat pabrik kopi, roaster, expoter dll.
Tanaman kopi yang dihasilkan dari daerah yang memiliki luas wilayah 135,300 kilometer persegi. Kopi dampit boleh dikata kopi Robusta berkelas, dengan karakter robusta yang Woody, strong, dan kopi Dampit diolah oleh petani dengan sangat apik, sehingga off flavor/cacat rasa hampir tidak pernah ada dalam minuman karena dalam mengolah kopi Robusta Dampit sangat konsisten dalam mutu. Robusta dampit tipe dark roast ini memiliki profile : bodi tebal, aroma kacang, coklat, karamel dan asamnya rendah, dan long after taste 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masih banyak potensi kopi yang ada di pulau jawa ini, pada umumnya kopi yang berasal dari pulau ini bisa di kenal dari namanya yaitu JAVA. Java Karlos, Java Jember dan Blue Java adalah contoh kopi dari jawa yang masih belum di kenal oleh masyarakat, dan mungkin memiliki ciri khas tersendiri. Tak heran jika kopi dari pulau jawa memiliki kualitas, sudah banyak terkenal di Eropa dan Amerika yang mana mereka mengenal kopi java indentik dengan kopi hitam yang pahit.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekian edisi kopi nusantara dari pulau jawa part 2, semoga informasi yang kami sampaikan bisa menambah informasi tentang kopi. Jika ada anda ingin mengetahui lebih tentang kopi nusantara maupun tertarik ingin menikmati kopi nusantara di atas anda bisa menghubungi di bawah ini, dan masih ada kopi nusantara dari daerah lain.

Email       : Kopiraspiku@gmail.com
Tlp           : 085732785959
Pin BBM : D4871614
BBM Channel C001CC06E


Jumat, 05 September 2014

Kopi Nusantara dari pulau Jawa (Part 1)



Jawa merupakan salah satu pulau yang memiliki popularitas terpadat jika di bandingkan dengan pulau-pulau besar yang lain yang ada di indonesia, jumlah penduduknya mancapai 136 juta jiwa dan merupakan satu wilayah terpadat didunia. Total penduduk indonesia  237.641.326 jiwa menurut data resmi sensus penduduk 2010 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, hampir 60% berada di pulau jawa. Namun di pulau ini juga banyak menyimpan hasil kekayaan alam salah satunya adalah kopi, di kopiraspi sementara mengenalkan 13 jenis kopi yang mana akan di bagi menjadi 2. Edisi kali ini kita akan mengenalkan 6 jenis kopi dari 13 jenis kopi yang ada di jawa.

1. Java Preanger


Java Preanger adalah kopi asli Jawa Barat yang banyak ditanam di perkebunan-perkebunan kopi di daerah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Sumedang, dan sekitarnya. Tak heran jika daerahnya juga dikenal dengan nama Priangan, dengan istilah kolonialnya “Preanger”. Sehingga kopi jenis juga lebih dikenal dengan kopi priangan. Kopi java preanger merupakan jenis kopi arabika yang telah dikembangkan dan di budidayakan di Indonesia pada masa kolonial belanda, lebih tepatnya lagi didaerah Jawa Barat. Kopi Priangan kopi terbaik di dunia dan konon kopi ini ada yang paling diminati oleh para raja di seluruh dunia, karena rasa dan aroma yang khas yang dimiliki biji kopi jenis ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Java Pancur



Kopi jenis ini merupakan jenis yang belum banyak orang mengenal, karena jenis ini sudah lama di konsumsi orang namun masih banyak orang yang belum mengenal jenis kopi ini. Padahal kopi  Pancur sudah memiliki pengakuan dari Specialty Coffee Association of America (SCCA). Namun dalam perjalanannya belum mendapatkan hasil yang memuaskan dari kopi Arabika meski usia kehadirannya di negeri ini sudah genap 300 tahun (ketika Verenige Oost Indische Compagnie membawa bibit ini dari Malabar pada 1699 dan ditanam di Bidara Cina, Jatinegara, Palmerah dan Kampung Melayu), bahkan produktivitasnya baru mencapai 300-500 kg/ha. Dengan belum tergarapnya secara maksimal hal ini menyebabkan langkahnya kopi di pasar sehingga belum banyak di kenal orang, tetapi bagi sebagian orang kopi ini memiliki kesan tersendiri yang dalam menikmati kopi ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Java Jampit dan Java Blawan



Kedua jenis kopi ini berasal dari daerah yang sama yaitu dari daerah agro wisata di Bondowoso yang dikelolah oleh PTP Nusantara VII Kalista Jampit. Perkebunan ini terletak 74 Km kearah timur kabupaten Bondowoso, dan perkebunan ini memiliki luas 4000 hektar dan terletak pada ketinggian 900 M dari permukaan laut. Letak kebun Blawan ini lebih dekat dengan Kawah Ijen, untuk mencapai daerah Paltuding (pintu masuk ke Kawah Ijen) cuma butuh waktu sekitar 15 menit. . Jenis kopi asal Indonesia terkadang memiliki proses pengolahan yang unik seperti kopi Arang. Sesuai dengan namanya, kopi Arang diproses dengan cara dibakar sehingga menyerupai arang. Namun dengan tampilannya yang gosong, ketika diseduh kopi jenis memiliki citarasa kopi dengan aroma cabe yang khas.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

4. Java Kayumas


Perkebunan kopi Kayumas terletak di kecamatan Arjasa, sekitar 47 Km dari kota Situbondo dan terletak diketinggial 760 - 1550 M dari atas permukaan laut. Awal mulanya di tahun 1886, perkebunan ini merupakan kebun kopi arabika dan beberapa tanaman kina dengan nama NV Mijt dan berubah menjadi Van Landem Kayumas hingga 1957. Lalu di tahun 1958, perkebunan ini di nasionalisasikan menjadi Pusat Perkebunan Negara Baru. Saat ini, Perkebunan Kopo Kayumanis di bawah pengelolaan PTPN XII yang sudah berlaku sejak 1996 dengan menggunakan merek dagang Java Coffee Kayumanis. Selain penyumbang komoditas kopi arabika, perkebunan ini juga sedang gencar mengembangkan budidaya kopi luwak sebagai produk unggulan mereka.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5. Java Wonosobo


Secara administrasi daerah penghasil kopi Java Wonosobo terletak pada desa Bowongso Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Kopi yang ditanam di lereng Gunung Sumbing ini merupakan daerah dengan ketinggian di atas 1000 dpl menjadikan kopi Arabika mempunyai citra rasa special, dengan sajian orginal tanpa tambahan bahan lain terasa asli kopi arabika yang menjadi para penggemar produk komoditi perkebunan ini terbawa alam asli pegunungan serta aroma kopi sangat terasa keunikan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diatas sebagian kopi yang berasal dari pulau jawa, masih ada sebagian lagi yang akan kami perkenalkan di bagian 2 karena masih banyak jenis kopi lokal yang masih belum tergali potensinya. Semua jenis kopi yang di atas tadi, anda bisa menikmati di cafe-cafe yang terdekat di sekitar anda. Sekarang berbagai jenis kopi nusantara telah hadir di sini untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda bisa menikmati secangkir kopi nikmat bersama saudara dan kerabat anda di manapun anda berada. Jenis kopi yang di tawarkan adalah jenis kopi murni grade 1 tanpa ada campuran apapun, tersedia berupa roast bean (biji sangrai) dan bubuk (powder) dalam kemasan 100 gr dan 1000 gr. Anda bisa memesan maupun bertanya untuk produk kopi nusantara di 085732785959 / D4871614 / BBM Channel C001CC06E
Semoga dengan sedikit informasi ini bisa menambah wawasan kita dan semakin menumbuhkan rasa nasionalis kita terhadap potensi alam nusantara. Edisi selanjutnya akan mengenalkan kopi yang berasal dari pulau jawa.


Sabtu, 30 Agustus 2014

Kopi Nusantara dari pulau Sumatra



Assalamualaikum sahabat Penikmat Kopi,

Dalam kesempatan ini saya akan mengenalkan sekilas kopi yang berasal dari pulau sumatra, mulai dari  Aceh, Sumatra Utara sampai Lampung akan di jelaskan di sini. Mungkin selama ini kita sering mendengar bahkan menikmati kopi yang berasal dari pulau ini, namun kita mungkin belum tahu informasi mengenai kopi yang sudah kita nikmati. Akan kita jelaskan di sini dan mungkin ini hanya sebagian jenis kopi yang ada di sumatra, karena masih banyak sekali kopi yang berasal dari Sumatra.

1. Aceh 

Dataran tinggi Gayo bisa melihat pusat kota Takengon dan sebuah danau Air laut Tawar

Aceh merupakan salah satu propinsi yang terletak di ujung pulau sumatra, yang merupakan salah satu propinsi penghasil kopi terbesar di di indonesia.salah satu nya adalah dataran tinggi Gayo. Gayo berasal dari sebuah nama dataran tinggi Gayo, yang mana berada disalah satu punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang pulau Sumatra. Secara administratif dataran tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah serta kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Blang Kejeren dan Simpang Tiga Redelong. Gayo memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia yaitu dengan luasan sekitar 94.800 hektar. Luas tanaman kopi di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 48.000 hektare, Bener Meriah 39.000 hektare, dan 7.800 hektare di Kabupaten Gayo Lues.

Ada beberapa jenis kopi yang di hasilkan, diantaranya adalah kopi Aceh Gayo (Robusta), kopi Aceh Gayo (Arabika), LongBerry Gayo, Luwak Aceh Gayo dan masih banyak kopi lokal lainnya. 

Kopi Aceh Gayo ini sendiri memiliki 2 jenis, yaitu  kopiAceh Gayo Arabika dan kopi Aceh Gayo Robusta. Kopi aceh gayo Arabika tumbuh diatas ketinggian 800 MDPL, kebanyakan jenis ini di ekspor ke berbagai negara  Amerika, Europa, Jepang dan berbagai negara lainnya. Salah satunya adalah gerai Starbuck yang banyak dikenal oleh warga Indonesia kalangan atas, kebanyakan kita tidak tahu bahwa kopi yang kita nikmati adalah kopi dari negeri kita sendiri. Kopi aceh gayo Robusta umumnya tumbuh baik pada dataran rendah, yang mana sebagian besar masyarakat Banda Aceh yang tinggal di pesisir lebih menggenal jenis kopi ini. Secara umum kriteria Kopi aceh gayo memiliki citarasa medium smooth body, sweet & spicy artinya
kekentalan yg pas dengan tipe rasa “Exotic taste ” yakni cita rasa perpaduan rempah dan buah-buahan.
Kopi LongBerry Gayo termasuk dalam kopi Arabika yang tumbuh baik di dataran tinggi. Pada umumnya memiliki kriteria yang tidak berbeda dengan kopi Aceh Gayo, hanya saja yang berbeda pada bentuk yang memiliki dimensi lebih lonjong. Memiliki kekentalan (body) menengah ringan dengan keasaman lembut, sedikit aroma kacang segar dan bunga, pedas segar disertai dengan coklat gelap dan rasa karamel khusus dari daerah Takengon.
Luwak Aceh Gayo merupakan salah satu produk yang patut di masukkan menu pecinta kopi nusantara, karena jenis ini memiliki rasa dan aroma lebih kuat melalui proses yang panjang. Proses pembuatan awalnya biji kopi dijemur dan dikeringkan hingga mencapai kelembapan/ kadar air 11% sampai 12% , biji kopi/ greenbean luwak’ s yang telah melaui proses sortir yang teliti kemudian dimasak menggunakan teknik roasting dengan tingkat kematangan medium dark guna mendapatkan kemantapan rasa yang sempurna. Luwak Aceh Gayo mempunyai karakter khas kopi gayo dengan kelebihan high body/ kental with many flavors sensation such as flowery, chocolate & tobacco khas kopi luwak sumatra yang tidak bisa ditemui di kopi manapun. Popularitas Kopi Luwak Gayo kini telah mendunia , Ekspor kopi gayo sendiri mengalami peningkatan omzet yang significant dari tahun ke tahun.

Harga /100gr :
- Kopi Aceh Gayo Robusta   : roast bean / powder : 14.000
- Kopi Aceh Gayo Arabika   : roast bean / powder : 23.000
- Kopi LongBerry Gayo        : roast bean / powder : 31.000
- Kopi Luwak Aceh Gayo     : roast bean / powder : 102.000
                              
Harga /kg : 
- Kopi Aceh Gayo Robusta   : roast bean / powder : 120.000
- Kopi Aceh Gayo Arabika   : roast bean / powder : 205.000
- Kopi LongBerry Gayo        : roast bean / powder : 280.000
- Kopi Luwak Aceh Gayo    : roast bean / powder : 910.000
                               
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Sumatra Utara


Apa yang pertama kali ada di benak anda ketika anda mendengar kata Medan, kebanyakan pasti akan mengatakan durian. Anda benar Medan memang cukup dikenal dengan durian yang sudah tersohor kepelosok nusantara, ibukota sumatra utara tersebut memiliki potensi durian yang tak lapuk di makan jaman selalu ada tanpa mengenal musim.
Sumatra utara juga memiliki penghasil kopi yang berpengaruh juga di nusantara, ada kopi Sidikalang, Linthong, Mandheling Honey, maupun Mandheling yang termasuk dalam kopi Arabika.

Kopi Sidikalang merupakan salah satu potensi alam dari daerah kecamatan Sidikalang tepatnya sebagai ibu kota kabupaten Dairi, yang terletak di dataran tinggi bukit barisan yang terkenal di seluruh nusantara . Kopi ini memiliki ciri khas yang khas karena di pengaruhi oleh kombinasi hawa dingin dan jenis tanah yang berada di ketinggian sekitar 1500 MDPL. Salah satu pesaing kenikmatan kopi Sidikalang adalah kopi brazil yaitu salah satu kopi terbaik di dunia, dari sini kita bisa menilai betapa nikmatnya kopi Sidikalang sampai ke negara seberang.
  
Kopi Linthong merupakan kopi yang berasal dari Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini memang sangat popular karena aroma dan rasanya yang khas. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah pengelola kopi, jenis tanaman kebun ini sudah dikembangkan sejak Humbahas masih berada di bawah pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang merupakan salah satu komoditas andalan sumatra utara. Seiring perkembangan waktu, Kopi Lintong dikategorikan sebagai kopi spesial karena jenis kopi satu ini dikenal memiliki rasa yang kental namun tetap lembut. Selain itu dilengkapi juga dengan aromanya yang wangi. Kopi ini juga dikenal memiliki rasa asam yang khas. Sejumlah negara di Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Hong Kong. Pasar dunia melirik Kopi Lintong karena memiliki ciri khas aroma yang berbeda dengan kopi lainnya. Rasanya pun tak diragukan lagi, sehingga diminati para penggemar kopi. 

Kopi Mandheling berasal dari daerah Mandailing terletak di Kabupaten Mandailing-Natal, selain daerah
Mandailing juga merupakan nama suatu suku di salah satu di sumatra utara. Kopi ini juga ada jenis Kopi Mandheling Honey yang memiliki sentuhan rasa yang mirip seperti madu. 

Secara umum keempat kopi tersebut memiliki aroma dan bentuk biji yang hampir sama, karena semua hampir tumbuh di daerah yang berdekatan. Secara khusus memiliki rasa berbeda beda yang mana merupakan ciri dari masing2 daerah.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Sumatra Barat


Kopi Padang Solok merupakan salah satu hasil alam dari propinsi ini, yang mana akhir-akhir ini menjadi banyak perbincangan di kalangan penikmat kopi. Tidak banyak yang tahu jenis kopi ini, kopi ini memiliki rasa dan aroma yang berbeda jika dibandingkan dengan kopi diatas. Kopi jenis ini memiliki rasa yang ringan, serta semua aroma ada di situ, aroma rempah dan bau lemonnya bahkan terdapat juga aroma serehnya walaupun aroma kurang begitu terasa.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Lampung


Lampung adalah Propinsi yang berada di selatan pulau sumatra, yang berbatasan langsung dengan pulau jawa. Di sini ada jenis kopi yang paling tersohor yaitu Kopi Lampung dan Kopi Lampung Luwak yang termasuk dalam Robusta. Dengan kontur wilayah yang berbukitan, lampung sangat cocok untuk tumbuh kembang jenis ini.

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari sebagian jenis kopi yang berasal dari pulau sumatra, masih banyak jenis kopi lokal yang masih belum tergali potensinya. Semua jenis kopi yang di atas tadi, anda bisa menikmati di cafe-cafe yang terdekat di sekitar anda. Sekarang berbagai jenis kopi nusantara telah hadir di sini untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda bisa menikmati secangkir kopi nikmat bersama saudara dan kerabat anda di manapun anda berada. Jenis kopi yang di tawarkan adalah jenis kopi murni grade 1 tanpa ada campuran apapun, tersedia berupa roast bean (biji sangrai) dan bubuk (powder) dalam kemasan 100 gr dan 1000 gr. Anda bisa memesan maupun bertanya untuk produk kopi nusantara di 085732785959 / D4871614 / BBM Channel C001CC06E
Semoga dengan sedikit informasi ini bisa menambah wawasan kita dan semakin menumbuhkan rasa nasionalis kita terhadap potensi alam nusantara. Edisi selanjutnya akan mengenalkan kopi yang berasal dari pulau jawa.
*) harga di atas sewaktu-waktu bisa berubah dan belum termasuk ongkos kirim